Bienvenue sur le blog de Laras...

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2013 (2)
    • ▼  April (2)
      • Fase – Fase Kehidupan Menjalani kehidupan...
      • Obscurité Et La Lumière Bagi saya kehi...
  • ►  2010 (9)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
  • ►  2009 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)

About Me

Foto Saya
Laras Cahya Ramadhanti
Lihat profil lengkapku

Labels

  • à vie (3)
  • Inspiration (1)
  • Life Style (1)
  • Me Myself and I (2)
  • My College (4)
  • Nouvelle (2)
  • Poésie (1)

Blog Archive

  • ▼  2013 (2)
    • ▼  April (2)
      • Fase – Fase Kehidupan Menjalani kehidupan...
      • Obscurité Et La Lumière Bagi saya kehi...
  • ►  2010 (9)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (5)
  • ►  2009 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)

Followers

Tampilkan postingan dengan label Nouvelle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nouvelle. Tampilkan semua postingan
Senin, 19 April 2010
In: Nouvelle

BAGAIKAN HALTE BUS PART TWO

0 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

-->

      Di persimpangan jalan, tampak sebuah halte bus yang sepertinya baru saja diperbaharui. Terlihat dari pondasi yang sudah kokoh dan cat yang tidak lagi kusam. Setelah halte selesai direnovasi, banyak orang berdatangan lagi. Kini halte sudah lebih baik dari sebelumnya. Keadaan halte yang membaik seperti mendeskripsikan keadaan hati dari seorang gadis. Walaupun tidak seutuhnya dapat kembali seperti semula. Setidaknya hati gadis itu sedikit demi sedikit dapat menerima apa yang terjadi. Seperti halnya halte yang direnovasi, pasti tidak semuanya baru. Masih ada bagian lama dari halte yang tidak direnovasi. Namun bagian-bagian lama tersebut tidak terlihat karena dapat ditutupi.
Ia kembali ke halte yang dulu ia datangi biasanya. Semenjak halte direnovasi ia tidak pernah memunculkan batang hidungnya lagi. Tetapi gadis itu kembali sekarang. Seperti kebanyakan orang yang berada  di halte yaitu menunggu. Entah menunggu apa atau siapa. setiap orang mempunyai alasannya masing-masing. Ada yang datang dan pergi dari halte, selalu bergantian seperti itu. Gadis itu masih duduk termenung di sudut halte, yang merupakan tempat favoritnya. Sambil memperhatikan jalan dan sering kali menengadahkan kepalanya ketika bus lewat. Tidak ada sosok yang ia cari,  sesekali ia menghela napas panjang. Siang ini panas begitu terik, ia menyapu keringatnya yang mengucur dari keningnya. Ia tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang. Hanya menunggu yang ia tahu.
Tanpa ia sadari sebuah bus berhenti tepat di depan pandangannya. Ketika pintu bus itu terbuka, ia melihat sosok pria yang selama ini ia nantikan dengan penuh pengharapan dan perasaan yang mendalam. Sosok pria  itupun meninggalkan bangku kemudi setirnyanya dan menghampiri gadis yang berdiri terpaku melihat kearahnya. Semua penumpang dan orang yang berada di halte melihat kearah mereka sambil bertanya-tanya dalam hati mereka. Pria dan gadis itu tidak menyadari akan hal itu. Bulir-bulir air mata jatuh tanpa disadari gadis itu. Pria itu mengusap air mata yag jatuh di pipi gadis itu dengan kedua tangannya yang hangat. Dan pria itu berkata “maafkan aku”. Gadis itu hanya mengangguk, tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya bisa memaafkan dan menerima kenyataan. Karena sesungguhnya ia masih menyayangi dan mencintai pria itu. Walaupun pria itu sudah membuat dirinya kecewa dan menunggu terlalu lama.
Kini  gadis itu akan menunggu di halte penantian lagi sedangkan pria itu harus pergi menjalani kehidupannya dengan sebuah janji dan komitmen yang telah ia ucapkan kepada gadis itu. Semoga ia dapat menepati janji-janjinya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama ataupun yang berbeda, gadis itu membatin. Semua hal maupun peristiwa yang terjadi mereka jadikan sebuah pelajaran yang berharga dan merupakan proses pendewasaan diri bagi kedua-duanya. Tidak ada yang perlu disesalkan dan ditangisi lagi. Petiklah hikmahnya dari kesalahan dan kebaikan yang telah diperbuat. Hanya itu yang  dapat dilakukan gadis itu sekarang.
Written by Laras Cahya Ramadhanti

Label: Love Story Nouvelle

Jumat, 12 Maret 2010
In: Nouvelle
2 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

Bagaikan Sebuah Halte




Hari demi hari pun terus berlalu, begitu cepat bulan berganti. Rotasi dan revolusi begitu cepat bagaikan gasing yang berputar. Tak terasa kini telah berganti tahun. Setiap aktivitas berlalu begitu sangat monoton. Zaman sudah berubah tapi kehidupan ini seperti jalan di tempat.


Begitu banyak kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya pada pagi hari. Tidak ada henti-hentinya kendaraan memadati disetiap ruas jalan. Sebuah halte bus pun dipadati oleh banyak orang. Terlihat seorang gadis duduk termenung disalah satu sisi tempat duduk halte. Ia begitu tampak lesu di pagi hari yang cerah ini. Entah apa yang dipikirkannya sampai membuat mood-nya down. Semua orang yang berada di halte terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Tidak ada satu orang pun yang menyadari bahwa ada seorang gadis yang telah meneteskan air mata.


Keesokkan harinya, ia menunggu di halte yang sama dan duduk di tempat yang sama seperti kemarin. Setiap hari gadis itu selalu menunggu di halte. Agar ia tidak merasa kesepian, ia mendengarkan musik dari mp3 kesayangannya. Walaupun begitu didalam hatinya ada perasaan kesepian dan lelah yang sangat mendalam. Setiap hari ia habiskan untuk menunggu. Seperti sebuah halte yang merupakan tempat untuk menunggu bagi para penumpang angkutan umum. Ada saatnya halte itu ramai dan ada saatnya juga sepi.


Terus menunggu dan menanti. Mungkin bagi sebagian orang, hal tersebut sangat membosankan dan melelahkan. Tapi ia tetap melakukannya demi mendapatkan kepastian. Seperti halte yang makin lama makin bobrok hanya tinggal menunggu waktu untuk direnovasi ulang. Begitu juga dengan hatinya yang semakin lelah. Sampai kapan ia akan terus-menerus untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti batinnya. Seiring berjalannya waktu gadis itu tidak pernah ada di halte tersebut. Ia sudah memutuskan untuk tidak seperti halte.






Created by Laras Cahya Ramadhanti

 

Label: Love Story Nouvelle

Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
@ 2011 Bienvenue sur le blog de Laras...; Blogger Template by : Ray Creations