Bienvenue sur le blog de Laras...

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2013 (2)
    • ►  April (2)
  • ▼  2010 (9)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (3)
    • ▼  Maret (5)
      • MAKNA KEHIDUPAN
      • TUGAS SOFTSKILLS ke-2 : MANAJEMEN STRATEGIK
      • Bagaikan Sebuah Halte Hari demi hari pun teru...
      • TUGAS SOFTSKILLS : MANAJEMEN STRATEGIK
      • Pria Cerdas Tidak Akan Pernah Selingkuh
  • ►  2009 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)

About Me

Foto Saya
Laras Cahya Ramadhanti
Lihat profil lengkapku

Labels

  • à vie (3)
  • Inspiration (1)
  • Life Style (1)
  • Me Myself and I (2)
  • My College (4)
  • Nouvelle (2)
  • Poésie (1)

Blog Archive

  • ►  2013 (2)
    • ►  April (2)
  • ▼  2010 (9)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (3)
    • ▼  Maret (5)
      • MAKNA KEHIDUPAN
      • TUGAS SOFTSKILLS ke-2 : MANAJEMEN STRATEGIK
      • Bagaikan Sebuah Halte Hari demi hari pun teru...
      • TUGAS SOFTSKILLS : MANAJEMEN STRATEGIK
      • Pria Cerdas Tidak Akan Pernah Selingkuh
  • ►  2009 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (2)

Followers

Minggu, 28 Maret 2010
In: à vie

MAKNA KEHIDUPAN

0 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

-->

Menurut saya kehidupan itu adalah suatu rutinitas yang harus dijalani. Walaupun berat tapi harus tetap dijalani dan dihadapi. Jangan pernah lari atau menghindar dari kehidupan. Karena jika menghindar akan selalu membayang-bayangi. Kehidupan terasa berat apabila menjalani tidak sepenuhi hati dan selalu mengeluh. Berbeda dengan menjalani hidup dengan penuh semangat, senyuman, tidak mengeluh dan menikmati setiap yang terjadi didalam kehidupan yang kita jalani.
Terkadang terlintas dalam pikiran kita sebenarnya kehidupan itu seperti apa dan bagaimana menjalaninya??? Jawabannya ada didalam hati dan diri kita masing-masing. Kehidupan seperti apa yang kita inginkan dan kita raih. Mulai dari sekarang harus dipikirkan dan sedikit demi sedikit diwujudkan.
Kehidupan diibaratkan seperti cokelat yang didalamnya ada aneka buah-buahan dan kacang. Manisnya cokelat bagaikan suatu kehidupan yang bahagia diiringi dengan senyuman disetiap menjalani kehidupan. Sedangkan kismis dan kacang seperti batu kerikil kecil dalam kehidupan, jika selalu diabaikan dan dihindari terus-menerus akan menjadi masalah yang besar. Selain rasa manis dalam cokelat ada juga rasa pahit yang timbul setelah memakan cokelat. Rasa pahit menyadarkan bahwa tidak selamanya kehidupan selalu manis, indah dan sesuai dengan harapan kit.
Disetiap kesedihan pasti akan datang suatu kebahagiaan. Jangan pernah takut merasa gagal ataupun sedih. Ambillah hikmah dari semua masalah yang pernah kita alami. Disetiap masalah anggaplah sebagai cobaan dari Allah s.w.t. itu pertanda bahwa kita sedanng diuji tingkat keimanan dan ketakwaan kita. Selalu berdoa dan berikhtiar. Tidak ada masalah yang tidak ada pemecahannya. JUST FOLLOW YOUR HEART NOT YOUR EGO OR EMOTION!!! FACE IT YOUR LIFE RIGHT NOW!!!
 Writted by Laras Cahya Ramadhanti


Label: Love Story à vie

TUGAS SOFTSKILLS ke-2 : MANAJEMEN STRATEGIK

0 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

TUGAS SOFTSKILLS KE-2 : MANAJEMEN STRATEGIK


-->
1. Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :
a) Pengertian analisis lingkungan internal organisasi(IFAS)? Apa tujuannya?
b) Bagaimana langkah atau caranya?
c) Meliputi faktor apa saja yang dianalisis, sebutkan? Kemudian jelaskan meliputi apa saja masing-masing faktor tersebut (dua faktor saja)?
Jawab :
a) Analisis Lingkungan Internal Organisasi (IFAS) adalah
proses menemukan aspek-aspek internal atau faktor-faktor internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan eksternalnya dan mengevaluasi apakah aspek tersebut berada dalam posisi yang kuat atau lemah.
Tujuan Analisis Lingkungan Internal Organisasi adalah
menilai faktor-faktor yang berada didalam lingkungan organisasi yang mempengaruhi kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b) Langkah - langkah :
1. Identifikasi variabel internal.
2. Evaluasi dan penilaian Variabel internal.
3. Menyusun ringkasan hasil analisis.


c) Faktor - faktor :
1. Sumber Daya
- Tangible
sumber daya yang terlihat atau berwujud dalam data keuangan dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi.
- Intangible
sumber daya yang tidak terlihat pada neraca keuangan

2. Kapabilitas
Pendekatan Fungsional, merupakan penentu kapabilitas perusahaan secara relative terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan antara lain: pemasaran, penjualan dan distribusi, keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia, produksi serta organisasi secara umum.Pendekatan Rantai Nilai (Value Chain), kapabilitas yang didasarkan pada serangkaian kegiatan yang berurutan yang merupakan sekumpulan aktivitas nilai (value activities) yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk dan jasa.

3. Kompetensi Inti
Kompetensi individu meliputi pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills) dan kemampuan (abilities) yang dimiliki seseorang dalam suatu organisasi. Sedangkan kompetensi organisasi merupakan tindakan kolektif dari karakteristik kompetensi individu dalam tingkatan organisasi.

2. a) Jelaskan Model Analisis lingkungan Persaingan industri dari Michael Porter.
    b) Sebutkan meliputi apa saja yang dimaksud dengan halangan masuk dalam persaingan?Kemudian jelaskan pengertiannya (dua aspek saja)
Jawab :
a) Bahwa kelima kekuatan bersaing tersebut dapat mengembangkan strategi persaingan dengan mempengaruhi atau mengubah kekuatan tersebut agar dapat memberikan situasi yang menguntungkan bagi perusahaan.
Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut :
1) Ancaman pendatang baru
2) Kekuatan tawar-menawar pemasok
3) Kekuatan tawar-menawar pembeli
4) Ancaman produk subtitusi
5) Persaingan di dalam industri

b) Hambatan untuk memasuki industri :
1. Skala ekonomi (economics scale)
skala ekonomi menghalangi masuknyapendatang baru dengan cara memaksa mereka untuk masuk pada skala besar.
2. Diferensiasi produk (product differentiation)
diferensiasi produk menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi kesetiaan pelanggan yang ada.
3. Persyaratan modal (capital requirement)
4. Biaya peralihan pemasok (switching cost)
5. Akses ke saluran distribusi
6. Kebijakan pemerintah

Label: Love Story My College

Jumat, 12 Maret 2010
In: Nouvelle
2 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

Bagaikan Sebuah Halte




Hari demi hari pun terus berlalu, begitu cepat bulan berganti. Rotasi dan revolusi begitu cepat bagaikan gasing yang berputar. Tak terasa kini telah berganti tahun. Setiap aktivitas berlalu begitu sangat monoton. Zaman sudah berubah tapi kehidupan ini seperti jalan di tempat.


Begitu banyak kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya pada pagi hari. Tidak ada henti-hentinya kendaraan memadati disetiap ruas jalan. Sebuah halte bus pun dipadati oleh banyak orang. Terlihat seorang gadis duduk termenung disalah satu sisi tempat duduk halte. Ia begitu tampak lesu di pagi hari yang cerah ini. Entah apa yang dipikirkannya sampai membuat mood-nya down. Semua orang yang berada di halte terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing. Tidak ada satu orang pun yang menyadari bahwa ada seorang gadis yang telah meneteskan air mata.


Keesokkan harinya, ia menunggu di halte yang sama dan duduk di tempat yang sama seperti kemarin. Setiap hari gadis itu selalu menunggu di halte. Agar ia tidak merasa kesepian, ia mendengarkan musik dari mp3 kesayangannya. Walaupun begitu didalam hatinya ada perasaan kesepian dan lelah yang sangat mendalam. Setiap hari ia habiskan untuk menunggu. Seperti sebuah halte yang merupakan tempat untuk menunggu bagi para penumpang angkutan umum. Ada saatnya halte itu ramai dan ada saatnya juga sepi.


Terus menunggu dan menanti. Mungkin bagi sebagian orang, hal tersebut sangat membosankan dan melelahkan. Tapi ia tetap melakukannya demi mendapatkan kepastian. Seperti halte yang makin lama makin bobrok hanya tinggal menunggu waktu untuk direnovasi ulang. Begitu juga dengan hatinya yang semakin lelah. Sampai kapan ia akan terus-menerus untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti batinnya. Seiring berjalannya waktu gadis itu tidak pernah ada di halte tersebut. Ia sudah memutuskan untuk tidak seperti halte.






Created by Laras Cahya Ramadhanti

 

Label: Love Story Nouvelle

Jumat, 05 Maret 2010
In: My College

TUGAS SOFTSKILLS : MANAJEMEN STRATEGIK

0 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

1. Jelaskan bagaimana bagan proses manajemen strategi!







b.Jelaskan apa maksud dari bagan tersebut!


Proses Manajemen Strategi adalah cara para perencana strategi menentukan sasaran & mengambil keputusan.


Pada bagan 1a dapat diketahui bahwa Proses Manajemen Strategi meliputi :


1. Mendefinisikan kegiatan utama organisasi (core business), menetapkan/mengem-bangkan visi dan misi organisasi


Setiap organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi,misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi,misi, dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal.


Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas.


2. Menetapkan tujuan organisasi yang terukur


Tujuan adalah penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan juga merupakan sesuatu apa yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu dalam suatu organisasi / perusahaan


3. Menyusun/memilih strategi untuk mencapai tujuan


Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis, analisa SWOT:mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang


Analisa SWOT


SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.


a. Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri).


b. Kelemahan (weakness) adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.


c. Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.


d. Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.


4. Mengimplementasikan dan mengeksekusi strategi


Di dalam implementasi strategi, perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan.


Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai.


Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.


5. Melakukan evaluasi


Evaluasi dan pengawasan strategi merupakan tahap terakhir di dalam proses strategi. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu:


1. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung,


2. Mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan


3. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.


Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang.






2a. Jelaskan apakah definisi MISI, TUJUAN organisasi


Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi (Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan ). Misi Organisasi menjelaskan kegunaan dan alasan mengapa suatu perusahaan ada. Biasanya memberikan gambaran yang jelas tentang cirri pokok produk yang ditawarkan dan tekhnologi yang digunakan oleh perusahaan, kebutuhan konsumen yang hendak dipenuhi & konsumen yang hendak dituju, serta karakter, pasar dimana perusahaan akan bersaing, komitmen terhadap karyawan, filosofi diri serta citra perusahaan yang diharapkan dari masyarakat.


Tujuan organisasi merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh organisasi di waktu yang akan datang melalui kegiatan organisasi.Tujuan juga dapat diartikan sebagai penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan juga merupakan sesuatu apa yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu dalam suatu organisasi / perusahaan. Tujuan juga dirumuskan dalam dua bentuk yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan


jangka panjang. Perbedaan kedua terletak dalam waktu pencapaian dan cara penulisannya. Tujuan jangka pendek biasanya lebih spesifik dibandingkan jangka panjang.


b. Buatkan contoh rumusan masing-masing, dengan cara jelaskan dahulu apa Definisi


Bisnis (bidang usaha) organisasi/perusahaannya.


PT. KAI (Persero), perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa yaitu jasa transportasi. Perusahaan ini merupakan BUMN. Dimana PT. KAI bertanggungjawab terhadap pemerintah. Sebelumnya PT. KAI merupakan PerJan (Perusahaan Jawatan) karena beberapa alasan kini menjadi PT karena sebagian besar dipegang oleh investor. Adapun visi dan misi PT. KAI (Persero) sebagai berikut :


Visi dan Misi


Visi Perusahaan :


Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan stakeholders.


Misi Perusahaan :


Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan.






3. Jelaskan apa yang yang dimaksud dengan :


a). Pengertian analisis lingkungan eksternal organisasi (EFAS)?


Analisis lingkungan eksternal organisasi ( EFAS) merupakan suatu analisis yang digunakan untuk menilai suatu perusahaan berdasarkan faktor eksternal. Analisis ini bisa menggunakan analisis SWOT.


b). Meliputi faktor apa saja yang dianalisis dalam analisis lingkungan sosial (makro) dan


lingkungan tugas (mikro), sebutkan masing-masing?


Lingkungan Makro


1. Demografi


2. Global


3. Teknologi Politik Legal


4. Sosial


5. Ekonomi





Lingkungan Mikro


1. Kompetitor


2. Supplier


3. Substitusi


4. Pelanggan

Label: Love Story My College

Selasa, 02 Maret 2010
In: Life Style

Pria Cerdas Tidak Akan Pernah Selingkuh

1 komentar Diposting oleh Laras Cahya Ramadhanti

VIVAnews - Berdasarkan sebuah penelitian, pria yang tergolong cerdas cenderung tidak akan mengkhianati pasangan mereka. Ini merupakan hasil sebuah analisis baru yang menunjukkan tren sosial. Peneliti di sebuah universitas di Inggris menemukan, pria dengan IQ lebih tinggi akan lebih setia pada pasangannya dan selalu menjunjung tinggi nilai monogami dibandingkan pria lain yang IQ-nya tergolong rendah. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa wanita yang IQ-nya lebih tinggi memiliki sikap sama seperti pria cerdas dengan IQ tinggi.


Pola-pola kesetiaan justru hanya ditemukan dalam diri pria yang diteliti oleh Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics pada jurnal yang dipublikasikan di 'Psikologi Sosial Quarterly' edisi Maret.

Sebagai bagian dari studi, Dr. Kanazawa menganalisis dua survei utama AS yang dipastikan sikap sosial dan IQ dari ribuan remaja dan orang dewasa.
Dia menyimpulkan: "Sebagai analisis empiris menunjukkan, pria yang lebih cerdas cenderung lebih monogami dan selalu menjunjung nilai eksklusivitas dibandingkan dengan pria kurang cerdas alias ber-IQ rendah."

narasumber      : Yahoo.co.id
ditulis oleh       : Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
diposting oleh  : Laras Cahya Ramadhanti

Label: Love Story Life Style

Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Komentar (Atom)
@ 2011 Bienvenue sur le blog de Laras...; Blogger Template by : Ray Creations